Jumat, 01 April 2011

IDRIS DAN ZIARAH KE SURGA


“Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian.” 

      Nama lengkapnya adalah Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam. Di dalam al-Kitab dikenal dengan sebutan Hanokh atau Set dalam tradisi Yahudi dan Nasrani. Ia lahir di Babil, Iraq (pendapat lain di Munaf, Mesir) pada 4533-4188 SM (1000 tahun setelah Adam wafat) dan merupakan salah seorang Rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya, yaitu Zuriat Qabil dan Memphis. Ia diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam dan Shiyth. Namanya disebutkan sebanyak 2 kali dalam Al-Qur'an: QS. 19:56-57 dan QS. 21:85-86.
      Dalam The Prophet of God Enoch: Nabiallah Idris, nama asli Idris adalah Akhnukh, nenek moyang Nuh. Idris juga punya sebutan Hurmus al-Haramisah. Dinamakan Idris karena ia selalu mempelajari mushaf-mushaf Adam dan Shiyth. Dalam bahasa Arab, kata Idris sendiri berasal dari darasa, yang berarti belajar. Karena ia banyak sekali mempelajari ilmu. Akan tetapi menurut Az-Zamakhsyari, kata Idris bukan nama yang berasal dari Arab.

FATIMAH Binti MAIMUN; Ulama Wanita Pertama Tanah Jawa

Tidak mustahil, pendakwah pertama di Nusantara adalah wanita. Kakeknya adalah pedagang dari Timur Tengah, diduga pernah membangun Masjid. 

      Nama lengkapnya adalah Fatimah binti Maimun Dewi Ratna Swari bin Hibatullah. Beliau lahir di Kedal, Malaka, Malaysia pada tahun 1064 dan merupakan puteri dari Raja Malaka bernama Sayyid Maimun Sultan Kedah Malaka (Malaysia) yang bergelar Sultan Mahmud Mahdad Alim (ada yang bilang Sultan Mahmud Syah Alam). Sedang ibunya bernama Dewi Aminah, yang berasal dari Aceh.
      Ahli sejarah Cirebon abad ke 17, Wangsakerta, sebagai pangeran ketiga keraton, pernah melakukan Gotrasawala (musyawarah kekeluargaan) ahli sejarah se-Nusantara menelusuri silsilah para syekh, guru agama dan sultan keturunan Nabi Muhammad SAW yang menjadi tokoh penyebar agama Islam di Nusantara. Wangsakerta berdiskusi dengan ahli sejarah dari Pasai, Jawa Timur, Cirebon, Arab, Kudus, dan Surabaya, serta ulama dari Cirebon dan Banten. Penelitian itu menyimpulkan bahwa Fatimah pernah menikah dengan Hassan yang berasal dari Arab bagian selatan.

JANIN MENGHILANG KARENA MURTAD


Adakah kaitan antara kemurtadan dengan musibah Tuhan? Sangat ada. Sebab, murtad adalah perbuatan yang dilaknat Allah. Karena itu, Tuhan pun menimpakan cobaan atas pelakunya. 

      Cinta, orang tua dan Allah adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan bila kita berbicara masalah asmara. Karena itu, sejatinya, ketika seseorang sedang dilanda asmara hendaklah minta restu pada kedua orang tua untuk mendapatkan ridha Allah.
      Namun, kisah berikut ini justru sebaliknya. Demi cintanya pada seorang lelaki, ia rela meninggalkan kedua orang tua dan murtad kepada Allah. Sebuah tindakan yang sangat tidak patut ditiru, karena pasti akan mendapatkan murka Allah jika tidak sempat bertaubat.
      Sebut saja namanya Ida. Dia sebenarnya wanita yang baik, awalnya. Karena kedua orang tua mendidiknya dengan penuh perhatian sejak kecil. Bahkan, bangku kuliah pun sempat diecapnya, meski tidak terlalu berprestasi di kelas.

HAJJAH KENGKONG KARENA SUMPAH PALSU


Dia bersumpah kengkong (kaya stroke) kalau tidak makan harta suaminya. Ternyata, saat ibadah haji, tangannya tiba-tiba kengkong. Mungkinkah ia termakan sumpahnya sendiri? 

      Abidah, begitu orang-orang memanggilnya. Dia adalah janda manis dengan satu anak. Di usianya yang belum terlalu tua, 40 th, Abidah pun berharap akan mendapatkan suami lagi setelah menjadi janda 3 tahun yang lalu. Sang suami meninggal karena kecelakaan tragis di jalan raya. Motor yang dikendarainya tersenggol mobil dan akhirnya dia terjatuh. Apesnya, dari arah yang lain datang mobil truk menggilas tubuhnya; dan dia pun meninggal di tempat. Tapi, adakah lelaki yang mau menikahinya karena ia memiliki seorang anak lelaki?
      Waktu berjalan dan Abidah pun terus menjalani profesinya sebagai pedagang pakaian door to door. Rupanya keinginan Abidah untuk menikah lagi tidak bertepuk sebelah tangan. Romli, tiba-tiba datang ingin melamarnya. Lelaki kaya raya ini tidak segan-segan datang langsung ke rumah janda itu dan lalu berniat meminangnya. Abidah tidak langsung

SEDEKAH 20 RIBU DAPAT PROYEK 20 JUTA



“Ketika nestapa melandanya, ia justru berjiwa besar mau menolong sahabat yang membutuhkan pertolongannya.”

Pagi hari kala itu, cuaca tampak cerah. Seorang mahasiswa tampak sedang memasak air dengan termos listrik. Suatu rutinitas yang biasa dilakukan lelaki berusia 23 tahun itu setiap hari. Sambil menunggu air mendidih, ia pun keluar dari kostnya untuk membeli koran. Sebagai mahasiswa, Andika, memang termasuk orang yang gemar membaca. Jarak dari kostnya dengan lapak koran cukup jauh dan ia tidak menyadari bahwa kondisi berbahaya sewaktu-waktu akan mengintainya.
Usai 300 meter Andika berjalan, ia pun sudah sampai di lapak koran. Lalu ia meraih sebuah koran ternama di Indonesia dan segera kembali lagi ke kostnya usai membayar. Saat itu ia masih menyadari bahwa ia sedang memasak air. Namun, di tengah jalan, ia bertemu seorang sahabat dan mengajaknya ngobrol. Ketika itu ia masih ingat kalau ia sedang masak air, karena itu ia pun segera menutup obrolannya dengan sang sahabat.