Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Capai Perempatfinal, Federer Cetak Rekor, Federer samai rekor Jimmy Connors.

Haryanto Tri Wibowo
Roger Federer (AP Photo/Mark Baker)
 
VIVAnews - Roger Federer mencetak rekor usai melangkah ke perempatfinal Australia Open 2011 dengan mengalahkan Tommy Robredo, Minggu 23 Januari 2011.

Bermain di Melbourne Park, Australia, Federer sempat mengalami kesulitan. Meski kehilangan set kedua, unggulan kedua tersebut bisa menundukkan Robredo 6-3, 3-6, 6-3, dan 6-2.

Selain melangkah ke perempatfinal, Federer juga menorehkan rekor dengan menyamai sukses Jimmy Connors melangkah ke perempatfinal ajang Grand Slam 27 kali beruntun.

Terakhir, Federer gagal melangkah ke perempatfinal ajang Grand Slam adalah saat tumbang di babak ketiga Prancis Open 2004.

"Saya mengalami kesulitan dalam mengembalikan bola. Saya tidak bisa mendapatkan bola seperti yang saya inginkan. Kami tidak memiliki jarak yang besar di tenis level atas dan pertandingan ini menunjukkan hal itu," ujar Federer seperti dikutip dari Associated Press.

"Pertandingan ini membutuhkan kerja keras. Saya sangat keringatan. Tapi, saya senang bisa melangkah ke babak selanjutnya," tuturnya.

Unggulan ketiga, Novak Djokovic, juga melangkah ke perempatfinal usai mengalahkan unggulan ke-14 Nicolas Almagro 6-3, 6-4, dan 6-0. Selanjutnya, petenis Serbia itu akan menghadapi finalis Wimbledon 2010 Tomas Berdych, yang mengalahkan Fernando Verdasco 6-4, 6-2, dan 6-3. (art)

Jumat, 21 Januari 2011

Rekor Baru FedEx di Rod Laver

Jumat, 21/01/2011 17:17 WIB Australia TerbukaDoni Wahyudi - detiksport
Getty Images
Jakarta - Roger Federer melangkah mulus ke babak keempat Australia terbuka usai mengalahkan Xavier Malisse tiga set langsung. Membuat FedEx makin girang adalah sukses dia mematahkan rekor milik Stefan Edberg.

Dalam pertandingan berdurasi satu jam dan 45 menit di Rod Laver Arena, Federer mengamankan tiket ke babak keempat dengan kemenangan 6-3, 6-3 dan 6-1 atas Xavier Malisse.

Hasil tersebut menorehkan catatan tersendiri buat petenis Swiss itu karena dia berhasil menjadi petenis dengan jumlah kemenangan terbanyak di Australia Terbuka. Itulah kemenangan ke-57 Federer sejak menjalani debut di turnamen pembuka Grand Slam tersebut pada tahun 2000. Federer mematahkan rekor sebelumnya yang dimiliki Stefan Edberg.

"Sangat menyenangkan untuk mencatatkan rekor tersebut, tapi Edberg tetap idola saya," sahut Federer seperti dikutip dari ABC News.

Federer yang tengah mengejar gelar Grand Slam-nya yang ke-17, akan menghadapi petenis non unggulan asal Spanyol, Tommy Robredo untuk memperebutkan tiket ke perempatfinal.

"Saya pikir ini juga pertandingan yang sengit . Dua set pertama hampir tidak menggambarkan betapa tangguhnya dia," tuntas Federer terkait laga lima set yang harus dia jalani di babak sebelumnya saat menghadapi Gilles Simon.

Juga melaju ke babak berikutnya adalah Novak Djokovic. Petenis asal Serbia itu memetik kemenangan tanpa mengeluarkan banyak keringat karena lawannya mengalami cedera setelah baru bertanding satu set. Djokovic menang 6-2 atas rekan senegaranya Viktor Troicki.

Senin, 17 Januari 2011

Federer: Nadal Layak Sandang Status Favorit

Sabtu, 15/01/2011 12:22 WIB Jelang Australia TerbukaNarayana Mahendra Prastya - detiksport
Melbourne - Roger Federer tidak resah bahwa Rafael Nadal menjadi favorit di Australia Terbuka 2011. Justru sebaliknya, petenis Swiss itu menilai bahwa rivalnya memang layak menjadi unggulan teratas.

Nadal berada di posisi di atas Federer menjelang Grand Slam pertama tahun ini, Australia Terbuka. Baik itu secara peringkat, status unggulan, hingga rumah taruhan mengunggulkan si petenis Spanyol.

Federer sendiri tidak terganggu dengan situasi yang ada. Justru sebaliknya petenis Swiss itu menilai sang rival memang layak menjadi unggulan teratas.

"Saya tidak mempermasalahkan staus saya yang bukan favorit. Nadal layak menjadi favorit. Dia berhasil meraih gelar di tiga Grand Slam. Saya hanya merupakan juara bertahan di sini, namun ya hanya itu," kata petenis berjuluk Fedex itu di situs resmi turnamen.

"Tentu saja saya merupakan juara di World Tour Final. Permainan saya di lapangan keras saat ini sungguh baik. Namun Nadal dominan di Grand Slam. Dia sudah menjalani laga-laga sulit di tiga Grand Slam terakhir dan itu membuatnya menjadi favorit."

Untuk turnamen tahun ini, Nadal mengusung target pribadi yang berhasil memenangi empat Grand Slam secara berturut-turut. Bila sasaran itu berhasil ia penuhi maka Nadal bakal menjadi orang kedua setelah Rod Laver melakukannya di tahun 1969.

"Saya tidak banyak membaca berita, jadi saya tidak mengetahui kepada siapa atensi publik mengarah sekarang. Saya berharap atensi itu mengarah ke Nadal. Dia memang layak mendapatkannya. Dia merupakan petenis nomor satu dunia dan dia siap meraih gelar keempat secara berturut-turut di Grand Slam," nilai Federer.

"Saya pikir apa yang dilakukan Rafa sungguh sukar dipercaya. Saya akan terus memantau kemajuannya dengan seksama. Bila saya memiliki kesempatan, saya berharap bisa menghentikannya," tutup petenis 29 tahun itu.

Senin, 10 Januari 2011

Ballon d'Or Milik Mou & Messi

Selasa, 11 Januari 2011 - 02:58 wib

text TEXT SIZE :  
Share
Muhayati Faridatun - Okezone
Jose Mourinho & Lionel Messi meraih trofi Ballon d'Or 2010 / Foto: Reuters
ZURICH - Tuntas sudah penantian seluruh pecinta sepakbola atas teka-teki siapa yang meraih Ballon d’Or. Ya, Jose Mourinho menyabet gelar pelatih terbaik 2010, sedangkan Lionel Messi mempertahankan trofi yang direngkuhnya pada 2009 lalu. Malam penganugerahan paling bergengsi di ranah sepakbola tersebut digelar di markas besar FIFA, Zurich, Swiss, Selasa (11/1/2010) dini hari WIB. Seperti dilansir situs resmi FIFA, nama Mourinho dan Messi terpampang sebagai pelatih dan pemain terbaik 2010. Seperti diketahui, The Special One sukses mengantarkan Inter Milan merengkuh gelar treble, yakni Serie A, Liga Champions dan Coppa Italia dimusim 2009/2010, sebelum dirinya memutuskan hijrah ke La Liga dan kini menukangi Real Madrid. Mou (35,92% suara) menyingkirkan dua rival terberatnya, pelatih Barcelona Pep Guardiola (8,45%) dan Vicente del Bosque (33,08%), yang mencetak sejarah dengan persembahan trofi Piala Dunia untuk kali pertama bagi Timnas Spanyol, di Afrika Selatan pada Juli 2010 lalu. Sementara itu, Messi kembali mencatatkan diri sebagai El Pichichi atau topskor La Liga musim lalu, dengan torehan 34 gol untuk Barca. Dengan 22,65% suara, bintang Argentina menyisihkan dua pesaing yang juga rekan timnya di Camp Nou, Xavi Hernandez (16,48%) dan Andres Iniesta (17,36%), yang mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Spanyol atas Belanda di final Piala Dunia 2010. Di kategori wanita, bintang Brasil Marta dan pelatih Timnas Jerman Silvia Neid dinobatkan sebagai pemain dan pelatih terbaik 2010. Marta mengumpulkan 38,20% suara, unggul atas Birgit Prinz (15,18%) dan Fatmire Bajramaj (9,96%). Sedangkan Silvia meraih 24,06% suara, unggul dari pelatih Timnas Jerman U-21 Maren Meinert (18,26%) dan pelatih Timnas AS Pia Sundhage (11,68%). Selain penganugerahan pada pemain dan pelatih terbaik, terpilih juga 11 pemain yang masuk dalam FIFA FIFPro World XI 2010, yakni: Iker Casillas (Real Madrid), Douglas Maicon (Inter Milan), Gerard Pique (Barcelona), Lucio (Inter Milan), Carles Puyol (Barcelona), Xavi Hernandez (Barcelona), Wesley Sneijder (Inter Milan), Andres Iniesta (Barcelona), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), David Villa (Barcelona), dan Lionel Messi (Barcelona). Ya, susunan Starting XI terbaik tersebut hanya ditempati para pemain dari tiga klub terbaik dunia. Barcelona terlihat mendominasi dengan enam punggawanya, disusul Inter (3) dan Madrid (2). Ironisnya, Premier League yang dipandang sebagai liga terbaik dunia tak menyuguhkan satupun wakilnya. (far)